NUR AZIZAH

H54100035

LASKAR 14

Salah satu orang yang memberikan inspirasi lainnya selain Mama, adalah Ibu Tuti. Ibu Tuti adalah salah satu anggota Himals4 (himpunan alumni SMAN 4 Jakarta), kebetulan pula beliau adalah ibu kos salah seorang teman dekat saya. Awal bertemu dengan beliau waktu saya bermain di tempat kos teman saya itu. Dan lebih sering lagi bertemu karena saya sering belajar dan bermain di sana.

Beliau adalah orang yang baik, lembut, dan mempunyai banyak pengetahuan tentang agama, serta penyayang anak-anak juga pendengar yang baik. Ada dua hal yang saya suka dan menjadi inspirasi bagi diri saya, yaitu mempunyai ilmu agama yang dalam dan penyayang, pengabdi anak-anak di masyarakat.

Mungkin memang banyak orang di luar sana dengan pengetahuan agama yang baik, tapi entah mengapa beliau mempunyai charisma tersendiri bagi saya. Beliau memberi saran dan menerima apapun cerita yang saya punya dan memberikan solusi berlandaskan agama yang membuat hati menjadi lebih lega, sudah seperti orangtua sendiri.

Beliau juga mengabdi kepada masyarakat. Kesehariannya beliau memberikan les gratis kepada anak-anak kurang mampu maupun yang tidak bersekolah di lingkungannya. Itu beliau lakukan tanpa pamrih apapun. Selain itu, beliau juga mengajar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) kepada anak-anak yatim di sekitar rumahnya.

Beliau secara tidak langsung mengajarkan saya bahwa rezeki yang kita dapatkan tidak seutuhnya rezeki kita semua, namun, ada rezeki-rezeki anak yatim piatu. Dan juga bahwa kita kepada sesame manusia harus saling tolong menolong, karena tidak semua manusia lahir beruntung seperti keadaan normal.

Ketika saya sudah sukses dan berkecukupan dewasa nanti, saya ingin sekali meniru beliau, menjadi seseorang yang benar-benar menjalankan hidupnya sesuai ajaran Allah dan menolong anak-anak yang kurang beruntung di luar sana.

NUR AZIZAH

H54100035

LASKAR 14

Mama. Hampir seluruh anak di dunia, kehidupan mereka tidaklah berarti tanpa adanya sosok Mama. Begitu juga saya, bagi saya Mama adalah motivator terbesar dan terbaik untuk segala hal dan beliau segala-galanya untuk saya. Perjalanan hidup serta sikap dan sifatnya menghadapi kehidupan memberikan saya inspirasi besar yang sangat bermanfaat tidak hanya hidup saya, tetapi anggota keluarga saya yang lain.

Bisa dibilang perjalanan hidup Mama sangatlah sulit. Mama lahir di Padang dan besar di Jakarta. Mama adalah anak ke empat dari tujuh bersaudara. Diantara banyak saudara-saudaranya Mama selalu dibeda-bedakan oleh Ayah Mama. Mama sering dipukuli, dan entah apa alasan kakek saya itu tidak menyukai Mama. Teapi Mama tidak pernah sedikitpun dendam atau menaruh benci kepada kakek saya sampai sekarang. Sampai pada akhirnya Mama merantau ke Jakarta, waktu itu usia Mama masih remaja, Mama mencari pekerjaan, kesana-kesini bekerja dari menjadi tukang cuci, sampai pembantu rumah tangga, melakukan pekerjaan itu selama bertahun-tahun. Tetapi Mama tetap kuat, entah berapa banyak lagi yang Mama alami.

Mama adalah kepala keluarga di keluarga saya, Mama yang menafkahi saya dan adik saya. Membanting tulang bangun dari matahari belum terbit. Mama adalah seorang pekerja keras. Prinsip beliau adalah mengesampingkan kepentingannya mengedepankan kepentingan anak-anaknya.

Sejak April 2009 Mama menderita kanker. Tak seorangpun anak yang kuat melihat Ibu nya sakit, tetapi Mama selalu mencoba bertahan dengan kankernya juga tanggung jawab atas segala kebutuhan anak-ankanya. Namun, Mama tidak pernah mengeluh kepada takdir Allah yang telah digariskan kepadanya itu. Sebaliknya, Mama selalu bersyukur atas keadaannya, kami masih berkecukupan walaupun kami tidak lengkap dan Mama masih diberikan umur walaupun menanggung sakit. Mama selalu percaya bahwa Allah punya rencana yang indah di balik semuanya.

Saya bangga sekali kepada beliau. Mungkin apabila saya berada di posisinya belum tentu saya dapat bertahan seperti apa yang beliau lakukan sekarang. Mama hanya manusia biasa, Mama juga pernah beberapa kali putus asa dengan keadaan, namun, beberapa kali beliau putus asa sesering itu pula beliau bangkit. Mama menginspirasi kan sekaligus memotivator segala tujuan di hidup saya, bahwa tidak ada yang tidak bisa bagi Allah jika kita berusaha dan berniat tulus karena Allah. Mama pernah berkata bahwa kita hidup di dunia ini karena Allah, lakukan semua dengan niat karena Allah. Apapun yang Dia berikan untuk hidup kita, syukuri dan hadapi, kesenangan atau kesedihan, ujung-ujung nya kita akan kembali pada Allah.

Dari pengalaman Mama, saya mengambil kesimpulan bahwa Mama bisa kuat karena Mama telah berpengalaman, karena terlalu banyak mencobai pahit manis nya kehidupan, semakin banyak di latih semakin baik menghadapinya.